Jumat, 18 Mei 2012

makalah agama dan manusia


M A K A L A H
HUBUNGAN ANTARA AGAMA DAN MANUSIA
 







KELOMPOK . II

1. BADRIAH
2. M. YAMIN


PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
STIKES DHARMASRAYA
2012-2013



KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami ucapkan  kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas rahmat-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah ini.Makalah ini kami buat dengan tujuan agar mahasiswa/mahasiswi dapat mengetahui Tentang  HUBUNGAN ANTARA AGAMA DAN
Semoga makalah ini dapat berguna dan menambah pengetahauan bagi pembaca.
MANUSIA
Kami juga mengucapkan terima kasih kepada teman kami yang telah ikut berpatisipasi dalam pembuatan makalah ini.
Kami menyadari bahwa pada pemakalahan ini masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan.Oleh karena itu, kami senantiasa mengharapkan masukan-masukan dari pembaca yang membangun bagi kami .














BAB I
PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang
Pentingnya pengetahuan tentang hubungan manusia dan agama bagi mahasiswi dalam tingkah laku adalah salah satu alas an penulis membuat makalah ini.
Dalam makalah ini penulisan mencoba untuk membahas masalah antar agama dan manusia secara ringkas namun jelas dengan bahasa yang mudah di mengerti oleh pembaca tentu nya.

1.2   tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah
1.       untuk mengembangkan wawasan penulisan bagaimana hakikat manusia serta proses penciptaan nya dalam alqur’an
2.       untuk menambah pemahaman tentang tujuan hidup serta fungsi dan tujuan manusia dimuka bumi
3.       untuk menambah pengetahuan pembaca tentang agama sebagai pedoman hidup manusia























BAB II
PEMBAHASAN
Definisi agama
Sesuai dengan asal muasal katanya (sansekerta: agama,igama, dan ugama) maka makna agama dapat diutarakan sebagai berikut: agama artinya peraturan, tata cara, upacara hubungan manusia dengan raja; igama artinya peraturan, tata cara, upacara hubungan dengan dewa-dewa; ugama artinya peraturan, tata cara, hubungan antar manusia; yang merupakan perubahan arti pergi menjadi jalan yang juga terdapat dalam pengertian agama lainnya. Bagi orang Eropa, religion hanyalah mengatur hubungan tetap (vertikal) anatar manusia dengan Tuhan saja. Menurut ajaran Islam, istilah din yang tercantum dalam Al-Qur’an mengandung pengertian hubungan manusia dengan Tuhan (vertikal) dan hubungan manusia dengan manusia dalam masyarakat termasuk dirinya sendiri, dan alam lingkungan hidupnya (horisontal).
"… Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah kuridhai Islam itu jadi agama(din) bagimu …" (QS 5:3)
"Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia …" (QS 3:112)

2.1         Hakikat manusia serta proses penciptaanya menurut Al-Qur’an
Al-Qur’an adalah kitabullah yang di turunkan kepada nabi Muhammad saw. Untuk segenap manusia. Al-Qur’an juga mendorong manusia untuk merenungkan perihal dirinya, kejaiban penciptaannya. Sebab, pengetahuan manusia terhadap  diri nya dapat mengantarkannya pada ma’rifullah, berkaitan dengan hal ini,terdapat sebuah atsar  yang menyebut bahwa “barang siapa mengenal dirinya,niscaya ia mengenal tuhan nya.”
Al-Qur’an juga membuat petunjuk mengenai manusia, sipat sipat dan keadaan biologisnya yang berkaitan pembentukan nya gambaran yang benar tentang kepribadian manusia, motivasi uta yang mengerakan prilaku manusia, serta factor-faktor yang mendasari keselarasan dan kesempurnaan kepribadian manusia dan terhujut nya kesehatan jiwa manusia.




Hakikat manusia
 adalah  makluk  paling sempurna yang pernah di ciptakan oleh Allah SWT kesempurnaan yang di miliki oleh manusia merupakan salah satu konsekuensi fungsi dan tugas mereka sebagai khifah dimuka bumi ini.

Penciptaan manusia  menurut Al-Qur’an
Al-Qur’an telah memberikita imformasi kepada kita mengenai proses penciptaan manusia melalui beberapa fase : dari tanah menjadi lumpur, menjadi tanah liat yang di bentuk , menjadi tanah kering, kemudian Allah SWT. Merupakan ruh kepada nya , lalu tercipta Adam a.s. hal ini di isyaratkan Allah surat {38} ayat 71-72.
{ingatlah} ketika tuhan mu berfirman kepada maikat , “sesungguh nya aku menciptakan manusia dari tanah. Maka, apabila telah kesempurnaan kejadian dan kutiupkan kepadanya ruh (ciptaan) ku, maka hendak lah kamu menyukuri dengan bersujud pada nya.” (Q.S Shaad {38}: 71-72.)
Kemudian, dalam ayat lain juaga di sebutkan mengenai permulaan pencipta manusia yang berasal dari tanah. Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguh nya kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemunian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadian nya dan yang tidak sempurna, agar kami jelas kepada kamu dan kami tetapkan dalam rahim, apa yang kami kehendaki sampai waktu yang sudah di tentukan, kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan beransur ansur ) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada di wafatkan dan( ada pula) di antara kamu di panjangkan umur nya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesungguh pun yang dahulu nya telah di ketahui. Dan, kamu liat bumi ini kering, kemudian apabila telah kami turun kan air diatas nya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh tumbuhan yang indah. (Q.S. al- Hajj{22}:5)
Q.S AL-mu’minun 23:13-14 :
Yang artinya : kemudian kami jadikan sari pati itu air mani (yang di simpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang-beulang, lalu tulang-beulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang ( berbentuk ) lain. Maka, mahasuci lah ALLAH, pencipta yang paling baik. (Q.S. AL-MU’MINUN 23:13-14)







2.2 fungsi dan tugas manusia
Peran / fungsi kita sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah Atau jabatan kita sebagai manusia ciptaan Allah apa sih di dunia ini?Fungsi / Peran kita di dunia ini tidak lainadalah sebagai khalifah seperti firman Allah SWT:"Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di mukabumi...".(QS.35:39).
"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi...".(QS.2:30)
.Kata "khalifah" berakar dari kata"khulafa'" yang pada mulanya berarti "di belakang". Dari sini,kata khalifah seringkali diartikan sebagai "pengganti" (karena yang menggantikan selalu beradaatau datang di belakang, sesudah yang digantikannya).Ini berarti manusia dijadikan oleh Allahsebagai pengganti/wakil untuk mengurus dan memakmurkan dunia dengan jalan melaksanakansesuatu perbuatan yang diridhai-Nya di muka bumi ini.
Tugas manusia :
1.Tugas Manusia Sebagai Hamba Allah ('Abdullah)
2.Tugas Manusia Sebagai Khalifah
Tugas manusia sebagai khalifah banyak sekali,tugas-tugas kekhalifahan tersebut menyangkut tugas kekhalifahan terhadap diri sendiri, tugas kekhalifahan dalam keluarga/rumah tangga,tugas kekhalifahan dalam masyarakat,dan tugas kekhalifahan terhadap alam.
Tugas Kekhalifahan terhadap diri sendiri:
·         Menuntut ilmu pengetahuan (QS.16:43)
·         Memakan makanan yang halal(QS.2:168)
      






Tugas Kekhalifahan dalam Keluarga / Rumahtangga:
 
·         Menjaga keluarga dari siksaneraka (QS.66:6)
Tugas Kekhalifahan dalam masyarakat:
·         Mewujudkan persatuan dan kesatuan umat (QS.49:10)
·         Tolong-menolongdalam kebajikan (QS.5:2)
·         MenegakkanKeadilan (QS.4:135)(4) Bertanggungjawab terhadap amar ma'ruf nahi munkar (QS.3:104,110)
Tugas Kekhalifahan terhadap alam:
·         Tidakberbuat kerusakan di muka bumi (QS.28:77), (QS.30:41)Dan masih banyak lagi tugas yang mencakup tugas-tugas.

2.3 tujuan hidup manusia
Tujuan penciptaan manusia tiada lain adalah untuk beribadah kepada Allah seperti firman-Nya:"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi/beribadahkepada-Ku".(QS.51:56)
Di dalam segala aktivitas kita diatur agar aktivitas kita bernilai ibadah,menurut penulis tidak adasuatu agama yang mengatur aktivitas manusia serinci agama Islam,contoh kecil adalah rumah,ketika bercermin,ketika naik kendaraan,ketika hujan,ketika mendengar petir,ketika hendak  berhubungan suami istri,bahkan orang bersinpun didoakan (salingjawab-menjawab) dan masih banyak yang lainnya.










Hubungan manusia dan agama

Manusia adalah makluk ciptaan tuhan yang paling sempurna di banding kan makluk ciptaan tuhan yang lain nya. Manusia merupakan makluk tuhan yang memiliki tuntutan untuk menyebab dan bersyukur atas segala sesuatu  yang telah di ciptakan sehingga manusia dapat bertahan hidup dan melestarikan populasinya. Manusia memiliki kepercayaan yang berbeda-beda. Walaupun kepercayaan manusaia banyak yang  berbeda  tetapi dari keseluruh kepercayaan , kepercayaan tersebut memiliki satu tujuan yang jelas. Keprcayaan  dan agama memberikan segala sesuatu panjelasan bahwa manusia adalah makluk yang harus bersukur kepada dia dan memiliki potensi untuk bersikap baik atau buruk , bersikap jujur atau dusta  dan dalam diri manusia selalu terdapat  aspek hawa nafsu, seks dan rasa ingin berkuasa.
















BAB III
PENUTUP

3.1  kesimpulan


                Agama adalah pandangan dan pedoman hidup manusia , dan  menjadi kekuatan  utama dalam membentuk sejarah kehidupan manusia. Dalam hal ini manusia berpedoman  kepada agama yang mengatur semua hal yang bersangkutan dalam kehidupan dan cara bertingkah laku antar umat beragama.


3.2 Saran

                Semoga makalah ini bermanfa’at bagi pembaca dan dapat memberi motifasi
Untuk menjadi acuan mahasiswi dalam menyiapi  antara manusia dan agama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar